PSG LGD Sulit Beradaptasi dengan Meta 7.23

eSports Dota 2

PSG LGD kembali beraksi di turnamen kompetitif setelah gagal di kualifikasi terbuka DreamLeague Major. Bisa dibilang ini adalah penampilan comeback mereka sejak The International 2019 lalu. Bermain di ajang ONE Esports Dota 2 Invitational, tim Tiongkok itu pada akhirnya kembali menemui jalan buntu.

Dilansir dari vpesports dan estnn, tim yang baru saja menjadi tim esports terbaik Tiongkok itu tampaknya kesulitan mengenali meta 7.23. Sebab setelah patch terbaru dirilis, mereka memang belum berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya. Termasuk pada saat melawan Natus Vincere di seri pertama acara tersebut.

youtube
youtube

Seolah tidak ada celah bagi PSG LGD untuk bisa mengalahkan Na’Vi di pertandingan hari pertama. Tim dari wilayah CIS itu sangat cermat pada seri ini. Mulai dari draft yang baik, permainan individu dan kinerja tim yang brilian dari Na’Vi.

Di antara dua game awal, hanya Pavel ‘9pasha’ Khvastunov yang mengganti hero-nya. Dia beralih dari Pangolier ke Phoenix, sementara pemain sisanya tetap menggunakan hero yang sama. Keempat lainnya adalah Templar Assassin, Weaver, Doom, dan Disruptor.

youtube

PSG.LGD benar-benar selalu kalah pada setiap kesempatan di seri tersebut. Mereka hanya dapat melakukan 9 kill dari keseluruhan game pertama. Bahkan setelah merebut barrack secara cepat, mereka kalah karena tidak banyak memberi perlawanan.

Tidak ada kalimat yang tepat untuk menggambarkan skuat PSG.LGD kali ini. Mereka benar-benar tidak dapat menemukan jalan mereka di patch terbaru dan sedang dihukum berat atas hal tersebut. Tim Tiongkok tidak mampu mengeksekusi apa pun di sana, juga tidak ada damage sama sekali.

youtube

Hal itulah yang membuat mereka begitu kesulitan untuk melewati pertarungan melawan Na’Vi di hari pertama. Mereka pun akhirnya dihancurkan tim CIS dengan skor 2-0 . Benar-benar hari yang buruk dan semua kesalahan harus segera dievaluasi dengan komunikasi yang intens.

Walaupun kemarin adalah hari ulang tahun Lu ‘Somnus’ Yao, ini jelas bukan hadiah yang diinginkan. Dominasi Na’Vi luar biasa dan menunjukkan mereka dapat menjadi salah satu tim layak ditonton dalam turnamen ini. Begitu pula di Major yang akan datang, dengan syarat mereka terus bermain seperti ini.

Sedangkan untuk PSG.LGD, mereka sangat perlu mencari tahu dan mengembalikan identitas mereka. Apakah mereka ingin menjaga harapan untuk menang di ONE Esports Dota 2 Invitational atau fokus di DPC.

Sementara pada pertandingan penyisihan grup lainnya, juga ada duel menarik antara Team Secret vs Vp. Lasse Aukusti “MATUMBAMAN” Urpalainen, benar-benar tampil sangat luar biasa. Dia seolah ‘sendirian’ mampu mengacak-acak Virtus.pro pada pertandingan tersebut.

Tetapi selain dominasi MATUMBAMAN, penggemar juga senang melihat Yeik “MidOne” Nai Zheng kembali beraksi. Dia kembali ke Secret untuk menggantikan Yazied “YapzOr” Jaradat sementara waktu.

Virtus.pro kalah bukannya tanpa perlawanan, karena mereka sudah mencoba beberapa taktik yang inovatif. Tetapi Team Secret sepertinya adalah tim yang memang lebih baik dari mereka.

Pada game pertama, AP yang dikendalikan Matu dan Nisha dengan Magnus-nya berada di level lain. Meskipun memiliki Meepo, tim CIS sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk memenangkan apa pun.

Virtus.pro seolah terpojokkan di dinding dan sudah terlalu lelah untuk membuat perubahan di game kedua. Matu benar-benar menjadi bintang pada seri tersebut. Superstar asal Finlandia memainkan salah satu game terbaik dalam kariernya dengan membuat 27 kills dan satu hanya satu kali mati.

Masih banyak keseruan lainnya di ONE Esports Dota 2 Invitational di hari berikutnya. Ini harusnya menjadi kesempatan bagi PSG LGD untuk bangkit. Walaupun tim-tim yang kemungkinan akan mereka hadapi juga akan jauh lebih kuat dari Na’Vi.

Leave a Reply