eSports Dota 2

Rank Herald Kampungnya Para AFKers Dota 2

Bermain Game esports tentu sangat menyebalkan apabila bertemu dengan player yang AFK, terlebih di game esports Dota 2 dari Valve. Rekan yang AFK juga menjadi hal yang paling tidak diharapkan dalam permainan esports Dota 2 baik di normal match maupun ranked. Anda yang pernah merasakan dapat rekan AFK pada saat permainan berlangsung, adalah hal yang lumrah apabila Anda merasa jengkel dan terbebani.

Walaupun Valve telah menerapkan banyak kebijakan atau sanksi kepada para player yang sering melakukan AFK, nyatanya itu belum begitu berdampak. Report hingga Low Priority yang diberlakukan untuk para player yang melakukan AFK atau Toxic di game, nampaknya tak cukup untuk membuat mereka jera. Eksistensi mereka masih tetap ada di setiap match, terutama pada rank-rank rendah.

Berdasarkan data dari GOSU.AI dalam puluhan juta match Dota 2 yang telah di amati, ada sekitar 11.7% player Toxic yang melakukan AFK. Player Toxic tersebut meninggalkan permainan ditengah match yang sedang berlangsung, atau bahkan ketika match baru dimulai. Tak jarang, perkataan kotor keluar di chat room dari para player yang ditinggal AFK oleh rekan satu timnya.

Para player Toxic tersebut biasanya meninggalkan permainan ketika mulai ada indikasi kekalahan yang akan diterima. Jika AFK dilakukan pada awal pertandingan, itu adalah kelakuan yang disengaja para player Toxic dengan tujuan tertentu. Bisa jadi tujuannya untuk melakukan prank, atau dengan tujuan agar player lain merasakan apa yang mereka rasakan (AFK teman satu tim).

Sebagai pihak developer, Valve tentu tidak membiarkan begitu saja perilaku dari player Toxic yang merusak jalannya permainan. Player Toxic tersebut harus bermain dengan player yang juga mendapatkan sanksi dan harus menang untuk bisa bermain di match normal. Cukup tegas memang, namun belum memberantas player Toxic secara keseluruhan di semua lini rank.

Berdasarkan data yang berhasil diselidiki, ternyata player Toxic yang sering melakukan AFK berasal dari rank rendah. Biasanya ini terjadi karena mereka masih newbe atau karena mereka tidak ingin mengakui kekalahan. Hal ini pula lah yang menjadikan permainan di rank kecil selalu membuat tegang dan emosi para player memuncak.

Dari 171.626 match yang dipantau oleh GOSU.AI untuk ranked Herald, ternyata ditemukan 20.5% total match yang terdapat AFK player. Itu berarti, setidaknya ada dua match yang terkontaminasi AFK dari sepuluh match yang sedang berlangsung. Itu juga memberi asumsi saat ini dengan anggapan rank Herald adalah kampungnya AFKers.

Jika Anda adalah player Dota 2 yang berada di rank Herald, tentu Anda akan merasakan hal-hal seperti yang sudah dijelaskan tadi. Tapi untungnya, persentase player Toxic yang AFK akan berkurang seiring dengan naiknya rank anda. Contohnya saja saat Anda memasuki rank Ancient yang persentase AFKersnya turun menjadi 9.8% saja.

Semakin kecilnya perilaku AFK dengan naiknya rank seorang player ini, adalah indikasi bahwa pemain yang berpengalaman selalu menghargai match. Pemain yang berpengalaman juga tidak ingin nick namenya tercoreng karena masuk ke Low Priority. Selain itu, pemain yang berpengalaman tentu tidak ingin merusak keberlangsungan match tanpa alasan yang urgent.

Mari bersama membantu Valve dalam memberantas player Toxic yang melakukan AFK dengan cara menjadi player yang baik. Player yang baik selalu mencontohkan permainan yang baik, termasuk etika saat bermain. Hal itu juga tentunya akan memperlihatkan kasta pemain di Dota 2 yang tercermin dari perilakunya.

 

Leave a Reply