Tipify

Rencana Perubahan Sistem Dota Pro Circuit Musim Depan

eSports Dota 2

Dota Pro Circuit (DPC) musim depan bakal membawa perubahan besar terutama untuk tim-tim di tingkat bawah. Sistem baru ini diputuskan dalam pertemuan yang dilakukan di markas besar Valve bulan lalu. Nantinya, format DPC saat ini akan diganti dengan sistem liga kualifikasi untuk Major dan The International.

Hampir setiap musim sistem untuk turnamen DPC berubah demi menjaga persaingan yang kompetitif. Sistem yang sekarang ini baru dimulai tepat setelah The International 2017. Tetapi itu dinilai tidak ramah untuk tim-tim yang berkompetisi di Tier 2 dalam pentas Dota 2 profesional.

Tipify
Tipify

Pada tahun 2017, kompetisi Dota 2 pro dibagi dalam 13 Minor dan 9 Major untuk bertarung memperebutkan tempat di TI8. Kemudian jadwal yang memberatkan para peserta itu kemudian diubah mulai musim 2018-2019. Sejak saat itu sampai dengan musim ini, hanya ada masing-masing 5 Major dan Minor setiap musimnya.

Format baru ini dinilai sebagai sebuah peningkatan oleh para pemain Dota 2 profesional. Tidak heran jika Valve tetap memberlakukan format tersebut untuk mendapatkan tim-tim yang akan bersaing di TI10. Secara jadwal, format Dota Pro Circuit yang sekarang dinyatakan sudah jauh lebih baik.

App DoTA Pro Circuit
DPC

Tetapi masalah lain muncul ketika ternyata turnamen DPC menurunkan tingkat kompetitif di Tier 2. Tanpa mendapat undangan langsung ke Major, tim-tim besar selalu berhasil mendominasi kualifikasi. Itu menyebabkan hanya tersisa kompetisi Minor bagi tim-tim di tingkat yang lebih rendah.

Hanya pemenang Minor yang akhirnya mendapatkan satu tiket tersisa untuk bermain di Major berikutnya. Hanya NiP dan Alliance yang berkesempatan mendapat masing-masing satu tiket Major dari satu Minor.

Dengan menjalankan 10 turnamen LAN DPC setiap musim, penyelenggara turnamen pihak ketiga kesulitan untuk menggelar acara lainnya. Terkecuali ESL One, yang berhasil membuat delapan turnamen di luar DPC sepanjang 2018 dan 2019. Tetapi, lagi-lagi tim tingkat satu sangat mendominasi acara tersebut.

Masalah ini sudah sering didiskusikan oleh pemain pro dan beberapa di antaranya sangat vokal terhadap hal tersebut. Sampai akhirnya, Valve siap untuk membuat perubahan menjadi lebih baik.

App DoTA Pro Circuit 1
valve

Valve membawa keluhan komunitas Dota 2 tersebut ke dalam diskusi tertutup. Dalam pertemuan tersebut, diusulkan bahwa setelah T10, DPC harus memiliki lebih sedikit Major dan tidak ada Minor. Sebagai gantinya, akan digelar liga regional yang dibagi dalam dua tingkatan.

Sistemnya seperti dalam olahraga tradisional, yaitu menerapkan promosi dan degradasi. Ini bertujuan untuk tetap menghidupkan kompetisi Dota 2 di Tier 2. Sejauh ini, yang bisa diketahui hanya liga regional akan berjalan di enam wilayah.

Tidak akan ada kualifikasi terbuka dan tertutup seperti dua musim terakhir. Melainkan liga regional bertindak sebagai kualifikasi untuk tim-tim yang ingin lolos ke Major dan menentukan peringkat DPC. Kualifikasi terbuka akan dilakukan untuk memperebutkan tempat di liga pada awal siklus baru.

Di kancah profesional CS: GO, sistem semacam ini sebenarnya sudah dapat dilihat dengan berjalannya Champion-Challenger. Bedanya, format CS: GO memiliki tiga tingkatan, tetapi Valve hanya membahas dua tingkatan untuk Dota 2.

Menariknya, sistem baru yang diterapkan mulai musim depan ini bakal menyulitkan tim yang suka pindah wilayah. Sebab, Valve memberlakukan soft region lock, yang membaut sebuah tim harus mengikuti kualifikasi terbuka jika memutuskan pindah wilayah.

Musim hanya akan ada tiga Major DPC dan tiga liga regional musiman. Dua tim terbawah dari liga Tier 1 akan turun ke Tier 2, sebaliknya, dua tim teratas Tier 2 akan dipromosikan.

Untuk saat ini, belum ada kejelasan tentang berapa banyak tim yang akan ditampilkan di setiap liga atau Major. Detail lain seperti hadiah pun belum diumumkan, kecuali tim-tim pemenang pasti akan mendapat poin Dota Circuit Pro.

Leave a Reply