Seberapa Jauh Dota 2 DPC Akan Berubah di Tahun 2020?

eSports Dota 2

Valve telah memastikan perubahan format Dota 2 DPC (Dota Circuit Pro) setelah The International 2020 berakhir. Musim depan, tim-tim profesional akan memulai kompetisi dalam seri Regional League. Meski demikian, banyak pro dan kontra yang mengiringi perubahan DPC ini. Simak berita yang paling banyak dicari ini selain tentang cheat Dota 2.

Dilansir dari esportsinsider dan rivalry, setelah satu dekade berada di industri esports yang kompetitif, pemandangan Dota 2 sekarang akan sedikit berbeda. Ada penggemar yang merasa penasaran, namun ada pula yang berharap Dota 2 DPC 2020 tidak berubah. Pasalnya, ada begitu banyak perubahan sehingga diprediksi banyak aspek industri yang dipengaruhinya.

Apa itu Dota 2 DPC?

valve

Sebelum ke penjelasan lebih lanjut, mungkin Sobat Gamer yang baru mengenal Dota 2 belum tahu apa itu DPC. Dota Circuit Pro atau lebih dikenal dengan Dota 2 DPC adalah upaya untuk memberikan nuansa kompetitif kepada tim-tim Dota. DPC adalah rangkaian turnamen yang menyediakan jalur langsung menuju The International.

Pada format lama, yang berlangsung pada musim 2019-2020, Valve mengadakan lima Minor dan Major dalam satu musim. Dari turnamen tersebut, tim-tim berebut mendapatkan poin DPC. Mereka yang mengumpulkan poin terbanyak berhak lolos langsung ke slot TI dan sisanya melalui kualifikasi regional.

Secara keseluruhan ada 12 tim yang berhak lolos langsung dari tabel klasemen Dota 2 DPC points ranking. Kemudian enam sisanya berasal dari enam regional, masing-masing diwakili satu tim. Itu adalah garis besar dari format lama DPC, lalu apa yang akan berubah?

Perubahan Dota 2 DPC Musim Depan

valve

Dari banyaknya perubahan yang telah diumumkan Valve, mari ringkas semua itu menjadi beberapa poin singkat, yaitu:

  • Turnamen Minor Valve ditiadakan untuk mendukung enam liga regional, yang masing-masing terdiri dari dua divisi.
  • Setiap tahun akan dibagi menjadi tiga musim, dan masing-masing musim ditutup dengan acara Major.
  • Siaran mingguan untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh Valve.
  • Sebagian besar dana yang sebelumnya dialokasikan untuk Major akan dialihkan ke Regional League.

Dengan sejumlah perubahan besar tersebut, apakah akan berdampak pada esports Dota 2 secara garis besar? Jawabannya adalah kemungkinan besar iya.

Penonton Mendapat Pengalaman Baru

ESL

Meski banyak penggemar yang tidak setuju dengan penggunaan format DPC baru, tetapi ini juga akan menjadi penyegaran. Sebagai permulaan, Anda akan lebih sering menyaksikan pertandingan Dota 2 setiap pekannya. Tiga kali dalam seminggu akan ada lima pertandingan best-of-three yang ditampilkan dari format liga standar.

Secara keseluruhan di dua divisi, secara akan ada 60 pertandingan best-of-three setiap musimnya. Ada 168 jam pertandingan Dota 2 dalam seminggu yang bisa disaksikan oleh penonton. Jadi, ini adalah pengalaman baru yang diharapkan dapat mengangkat popularitas Dota 2 lagi.

Sebagian besar penggemar mungkin hanya tertarik mengikuti tim favorit mereka. Tetapi dengan jadwal baru ini, Sobat Gamer akan selalu tahu jam berapa liga lokal ditayangkan. Ini pasti dapat membuat retensi pemirsa lebih dapat dicapai.

Kesempatan yang Lebih Merata

Dampak perubahan format DPC ini tidak hanya memengaruhi penonton, tetapi juga organisasi dan pemain yang bersaing di Dota 2. Seluruh gambaran kompetisi akan berubah drastis. Meskipun ada beberapa perbedaan dalam kualifikasi Major, alokasi hadiah (baik uang dan poin DPC) akan diseragamkan di seluruh regional.

Enam tim terbawah di divisi bawah berhak mendapatkan total hadiah senilai $280.000. Untuk organisasi kecil yang berbasis di negara berkembang, uang itu pasti akan sangat berguna untuk pengembangan. Jadi, pengenalan Regional League diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi seluruh tim.

Bukan hanya dari segi hadiah tetapi juga jadwal untuk latihan dan bermain. Dengan jadwal yang sudah pasti, maka organisasi dapat lebih mudah menyajikan data kepada sponsor potensial.

Gambaran Besar Musim Depan

Pada akhirnya, seperti apapun formatnya, Dota 2 akan tetap menjadi permainan esports terbesar di dunia. Dibandingkan dengan Dota 2 Major 2020, memang akan ada lebih sedikit Major musim depan. Tetapi persaingan tetap sama, pemainnya sama dan sebagian besar timnya juga sama.

Tujuannya masih sama, yaitu memperebutkan tiket untuk bisa tampil di ajang The International. Sistem Dota 2 DPC baru ini diprediksi akan membantu mengembangkan bakat serta membangun komunitas lokal yang lebih solid. Ditambah lagi pasti akan memunculkan banyak caster berbakat baru di setiap regional.

Leave a Reply