TI9
eSports Dota 2

Siapa Pulang Lebih Awal di Main Event TI9?

Di setiap kompetisi, yang menang tentu akan melanjutkan dan yang kalah akan pulang duluan seperti kompetisi The International 9 (TI9). Pada ajang ini, kekalahan pun akan terlihat keren karena untuk dapat ikut serta di dalamnya butuh perjuangan yang panjang. Tim-tim besar Dota 2 yang menjadi wakil dari region tentu sudah banyak berkorban untuk dapat tampil maksimal di ajang TI9 ini. Lalu siapakah yang akan menang dan melanjutkan serta siapa yang kalah dan akan pulang duluan?

Dilansir dari esports.id, setelah penantian panjang, akhirnya fase group pun terlewati dengan kepulangan Chaos Esports dan Ninjas in Pyjamas. Beranjak ke main event ternyata tak semua tim bintang yang tergabung pada upper bracket. Sudah menjadi hal yang sangat lumrah apabila ada tim yang apes walaupun namanya besar di ajang The International. Contohnya seperti Chaos Esports dan Ninja in Pyjamas yang punya nama besar namun bernasib apes di fase group.

TI9
Wykrhm Reddy

Menurut data dari jadwal pertandingan, maka match di lower bracket akan lebih dahulu diselenggarakan. Asumsi yang sudah pasti banyak diterima, tentu RNG dan Alliance punya peluang besar untuk pamit lebih dahulu. Bukan bermaksud meremehkan, namun asumsi itu terbentuk karena riwayat prestasi para peserta yang seakan memojokan RNG dan Alliance. Fakta bisa saja berbeda dengan asumsi tersebut jika mereka melangsungkan match lebih dari satu jam dan menyalip jadwal.

Menyalip jadwal yang dimaksud disini adalah melewati match kedua milik Fnatic vs Team Liquid. Namun sayangnya, kedua tim tak cukup kuat untuk mengungguli match Bo1. RNG dan Alliance sering kecolongan di pertandingan pertama jika melihat sumber data dari group stage. Mereka baru bisa melakukan pembalasan pada pertandingan kedua, terlebih Alliance mencetak enam kali hasil seri.

Pada pertandingan Bo1, RNG lebih punya power dengan gaya permainan yang liar dan ugal-ugalan. Mereka tampil beda dengan kebanyakan tim Cina yang menggunakan strategi farming oriented. Jika dibandingkan Alliance, RNG lebih berminat menjumpai kemenangan dengan menumbangkan NiP dan Natus Vincere. Setidaknya, kesempatan untuk lolos lebih dimiliki oleh RNG ditimbang Alliance dengan melihat data hasil pertandingan.

Hal ini terjadi karena tim yang lebih agresif di Bo1 sering kali menang dari semenjak ajang The International sebelumnya. Menurut data yang ada, persentase kemenangan untuk RNG adalah 60-40 persen dengan tingkat validasi  yang belum jelas. Kemudian ada Fnatic vs Liquid yang juga menyajikan hasil pertandingan diluar dugaan seperti RNG dan Alliansi. Siapa yang menyangka jika Liquid begitu kesulitan menghadapi Fnatic di ranah group stage?

Entah apa alasan mereka, Kuro dan para partnernya lebih sering dipermainkan daripada membentuk kerja sama tim sendiri. Jelas ini terlihat tak seperti permainan Liquid yang biasanya penuh jebakan dan taktik yang tak terbaca. Di sisi lain, Fnatic mencetak tiga kemenangan walaupun dengan hasil kekalahan yang lebih banyak. Mungkin hasil tersebut akan membuat banyak pihak yang berasumsi bahwa mereka adalah tim yang ceroboh.

Berdasarkan data tersebut, mungkinkah tim-tim yang jauh dari kemenangan akan bangkit dengan cara yang ajaib? Jawabannya tentu mungkin saja jika tidak ada permainan politik atau perjudian di ajang kompetisi TI 9 ini. Walau bagaimanapun juga, kompetisi itu seperti mendung yang tak berarti hujan, gerimis pun bukan. Siapapun yang pulang lebih awal di ajang kompetisi The International 9, mereka tetap tim-tim hebat yang patut diacungi jempol.

Leave a Reply