eSports Dota 2

Sulit Tim Dota 2 SEA Dapat 3 Slot Kualifikasi

TNC Predator sukses menjadi tim Dota 2 SEA (Asia Tenggara) pertama yang menjuarai Valve Major. Penampilan luar biasa di MDL Chengdu benar-benar menempatkan mereka sebagai salah satu tim terbaik di dunia saat ini. Akan tetapi menurut Paul “Armel” Tabios, hal semacam ini akan sulit terulang setiap tahunnya.

Armel, salah satu roster andalan TNC, mengungkap ketatnya pertandingan melawan Vici Gaming di babak final. Baginya, dominasi tim dari wilayah Asia Tenggara seperti saat ini tidak akan rutin terjadi. Sebab, untuk bisa konsisten selalu ada skuat dari Asia Tenggara di Major berikutnya saja itu akan menjadi pekerjaan sulit.

Baru-baru ini Armel diwawancarai VPEsports tentang TNC dan peluang tim Dota 2 SEA pada kualifikasi Major kedua. Terungkap fakta-fakta menarik tentang TNC dan buruknya performa tim Asia Tenggara lain di Chengdu Major.

dexerto
dexerto

TNC sendiri sebenarnya melakukan perubahan besar setelah TI9. Ditanya apakah juara adalah target utama, Armel mengatakan timnya justru tidak berharap apapun saat mengikuti Chengdu Major.

“Sejujurnya, kami tidak mengharapkan apa-apa. Ada dua orang yang ingin kami hindari, yaitu eyyou dan Kuku, karena mereka penting bagi kami. Mereka adalah teman yang sangat baik dan juga pemain yang sangat baik, jadi kami tidak tahu bagaimana melakukannya.

Youtube

“Kami tidak khawatir akan menjadi tim yang buruk atau apa pun dengan membiarkan mereka pergi. Namun demikian, kami tidak berharap bahwa kami akan memiliki awal yang kuat di musim ini,” kata Armel.

Di satu sisi datang ke turnamen tanpa mengharapkan meraih posisi ternyata menjadi cara pendekatan yang unik dari TNC. Pada akhirnya itu membuahkan hasil dengan tim mampu bermain tanpa terbebani apapun. Kedatangan kapten baru pun tampaknya cukup berpengaruh pada mentalitas tim.

“Saya pikir sebenarnya menyenangkan untuk datang ke turnamen tanpa mengharapkan apa pun, tanpa menekan diri sendiri. Ketika kami memulai musim, kami mengatakan bahwa kami tidak akan mengharapkan apa pun. Kami juga tidak takut jika harus kalah.”

Sama seperti TNC, Vici Gaming memiliki performa yang sangat baik sejauh ini. Beruntung, para penggemar Dota 2 dapat menyaksikan aksi keduanya di final Chengdu Major.

“VG adalah tim yang sangat bagus dan kami memang berharap dapat bertanding melawan mereka. Kami respek kepada mereka, tetapi saya pikir kami bisa mengalahkan mereka.”

Armel lalu ditanya tentang peluang tim dari Asia Tenggara lainnya yang akan mengikuti kualifikasi DPC. Sejauh ini Valve sudah mengumumkan slot untuk Major. Semua orang terkejut ketika Eropa hanya mendapatkan dua slot untuk Major berikutnya. Bagaimana dengan Asia Tenggara?

Youtube

Asia Tenggara hanya memiliki satu tim di delapan besar di Major pertama. Sementara dari Eropa, kemungkinan besar semua tim tingkat satu akan kembali. Itu membuat tim Asia Tenggara bisa kehilangan slot untuk Leipzig Major mendatang.

“Sangat sulit untuk tim SEA mengamankan 3 slot kualifikasi. Jujur saja, karena dua tim lainnya dari wilayah kami hanya selesai di tempat 9-12 di Chengdu. Jadi, saya katakan itu akan adil jika mereka memberi kami hanya dua slot untuk Major berikutnya.”

Kegagalan Fnatic dan Team Adroit memang tidak sebanding dengan penampilan TNC selama MDL Major lalu. Fnatic dikalahkan Invictus Gaming pada lower bracket putaran kedua, sedangkan Adroit gagal di seri sebelumnya. Tentu akan menjadi pekerjaan sulit bagi Armel dan TNC untuk mempertahankan reputasi mereka.

Di satu sisi, tetap menarik untuk ditunggu kejutan apa lagi yang akan dibuat oleh tim Dota 2 SEA di Major kedua mendatang.

Leave a Reply