Youtube
eSports Dota 2

T1 Cuma Cameo Kualifikasi Terbuka DreamLeague

Kualifikasi terbuka DreamLeague Season 13 tampaknya memang tidak semudah yang dibayangkan. Sejumlah tim ternama berguguran di fase ini, sementara nama-nama baru akan coba bersaing di kualifikasi tertutup. Terakhir, tim T1 ternyata masih belum cukup tangguh dan hanya jadi ‘cameo’.

Dilansir dari win.gg dan liquipedia, setelah muncul lagi ke ajang kompetitif dengan daftar skuat yang masih segar, sebenarnya ada harapan besar pada T1. Ini menjadi debut divisi Dota 2 organisasi esports itu dalam Dota Pro Circuit 2019-2020. Penampilan mereka di kualifikasi terbuka ini pun sebenarnya sudah jauh lebih baik daripada sebelumnya.

Youtube

Awal tahun ini T1 sempat terguncang karena tampil sangat tidak mengesankan di sejumlah event wilayah Asia Tenggara. Lambat laun, penampilan mereka memang mulai berubah ke arah lebih positif. Tetapi nyatanya, level permainan mereka masih tertinggal dari tim-tim lainnya.

T1 melakukan pekerjaan mereka secara solid pada fase pertama kualifikasi terbuka DreamLeague Season 13. Di babak 16 besar, mereka berhasil mengalahkan Execration. Kemudian dilanjutkan dengan mengalahkan tim yang kurang punya nama, Impunity pada delapan besar.

Youtube

Ini membawa T1 memasuki empat besar menghadapi Alpha x Hashtag, tim yang baru saja merekrut vtFaded dari EHOME. Pertandingan dengan sistem best-of-three ini memperebutkan satu tempat untuk kualifikasi regional. Sesuai prediksi, T1 memberi perlawanan sengit pada AxH sejak game pertama.

Seri dimulai dengan permainan pembuka yang begitu kompetitif dari kedua tim. Aksi saling serang di awal dan pertengahan pertandingan sangat menarik untuk disaksikan. Carry T1, Christian-John “Skadilicious” Abasolo, melakukan farming dengan baik. Sementara Lee “Forev” Sang-don dan James “XemistrY” Lee membuat kills.

Youtube

Alpha x Hashtag, di sisi lain, menyusun formasi untuk mengatasi permainan agresif T1. Mereka melakukan scaling lebih dan dorongan yang lebih kuat sehingga memungkinkan mereka untuk mendapat keuntungan. Ini juga menutup banyak kemungkinan bagi lawan setelah pertengahan pertandingan.

Di game pertama, T1 gagal menang walaupun terlihat cukup seimbang dengan Alpha x Hashtag. Tetapi semua baru terlihat pada game kedua. Para pemain Alpha x Hashtag mendapat awal yang kuat dan tidak mengalami kesulitan dalam mengubah keuntungan tersebut.

Konsep yang mencakup Lone Druid dan Leshrac memberi Alpha x Hashtag permainan yang lebih cepat dan mudah. Pada akhirnya, dua kemenangan Alpha x Hashtag menyegel seri ini.

Sementara itu satu tim yang akan menemani AxH adalah Neon Esports. Mereka berhasil mengalahkan SETH Gaming dengan skor 2-0. Mereka pun mengamankan tempat di kualifikasi regional Asia Tenggara untuk DreamLeague Season 13 Major.

Setelah kembali gagal, apa yang bisa T1 lakukan untuk DreamLeague Season 13? Sialnya, sudah tidak ada kesempatan menuju ke sana. Sebab perubahan format kualifikasi di PDC tidak memungkinkan T1 bersaing di kualifikasi WePlay! Bukovel Minor.

Dengan demikian, kekalahan dari Alpha x Hashtag mengakhiri harapan T1 untuk mencapai DreamLeague Season 13 Major. Mereka pun harus menunggu sampai kesempatan berikutnya datang pada Major ketiga di Los Angeles tahun depan.

Meskipun akhirnya amat mengecewakan, namun T1 memang menunjukkan beberapa kemajuan. Mereka cukup layak diperhitungkan sebagai tim yang kompetitif dalam event regional. Tetapi solid saja masih belum cukup untuk T1.

Organisasi ini sudah pernah berjaya saat mereka diperkuat oleh pemain-pemain lama di kategori game lain. Tiga kali juara dunia League of Legends membuktikan betapa mengerikannya T1. Meski demikian kegagalan di kualifikasi terbuka DreamLeague Season 13 membuat mereka harus kembali berpikir untuk terjun ke Dota 2.

Leave a Reply