eSports Dota 2

Tim Alliance Dota 2 Tak Lagi Pakai Squad Swedia

Perbincangan mengenai Alliance dan Liquid Dota 2 nampaknya masih terus berkembang dan jadi topik hangat. Beberapa waktu lalu, Liquid umumkan roster mereka yang mana didominasi oleh mantan pemain Alliance. Liquid sempat mendapat cemoohan dari para komunitas Dota 2, terutama fans mereka yang selalu setia mendukung. Pasalnya, para komunitas Dota 2 tak menyangka bahwa tim sekelas Liquid mengadopsi mantan pemain Alliance yang dikenal pas-pasan.

Namun, Liquid nampak begitu yakin bahwa mereka mampu mengubah kualitas para mantan pemain Alliance tersebut. Dengan fasilitas yang memadai dan cara berlatih ala Liquid, mantan pemain Alliance siap digembleng untuk berkembang. From zero to hero adalah misi utama Liquid untuk mensukseskan debutnya di DPC musim ini bersama roster baru. Harapan itu pun juga diinginkan oleh para komunitas Dota 2 yang menjadi fans setia jagoan The International 7 tersebut.

Team Liquid

Setelah Liquid umumkan roster baru mereka yang didominasi oleh mantan pemain Alliance, kini giliran Alliance yang buka informasi. Mereka umumkan siapa saja anggota tim Alliance yang akan mengarungi petualangan di DPC 2019-2020. Nikobaby, Limmp, 33, Hansken, dan Fata adalah nama-nama yang dikabarkan akan membela Alliance untuk merajai DPC. Kapten dari Alliance akan dipercayakan kepada Fata yang juga beralih role ke ranah support demi menunjang produktivitas tim.

Yang mengejutkan dari kabar tersebut adalah fakta bahwa Liquid mengadopsi mantan pemain Alliance tanpa Fata. Ya, karena Fata sendiri saat ini sudah resmi tergabung bersama Alliance walaupun sebelumnya ia membela Liquid. Banyak komunitas Dota 2 yang berasumsi bahwa ini adalah sebuah kebetulan yang disengaja oleh alam semesta. Pasalnya, jika Alliance dan Liquid bertanding di DPC musim ini, maka ada satu pihak yang akan merasa dipecundangi.

Alliance

Jika tadi adalah fakta dari Fata, kini giliran Limmp dan Handsken yang juga punya sejarah bersama Alliance. Mereka berdua sempat bermain di Alliance pada tahun 2016 2017 dan hijrah ke NA untuk berlaga bersama CompLexity pada periode. Setelah itu, Lammp dan Handsken sempat terombang-ambing tanpa organisasi yang menaungi walaupun skill mereka telah berkembang. Melihat perkembangan Lammp dan Handsken yang cukup pesat, akhirnya manajemen Alliance merekrut mereka kembali.

Selain itu, ada satu pemain yang jadi andalan tim Alliance dan menoreh prestasi cemerlang pada The International 9. Ia adalah Nikobaby  yang pernah bermain membela Mineski  kemudian termotivasi oleh Mushi untuk bermain di level lebih tinggi. Nikobaby akhirnya memutuskan untuk pindah ke Eropa agar bisa meniti karir ke jenjang yang lebih tinggi. Tak disangka, ia malah direkrut oleh tim yang  diidolakannya sejak ajang The International 3 yakni Alliance.

Alliance

Dengan begitu, Alliance tidak memakai squad Swedia lagi untuk dijadikan roster tim di DPC musim ini. Roster Alliance adalah para pemain yang punya banyak perbedaan namun memunculkan kolaborasi yang menarik. Ya, mereka beda negara, beda kasta emosional, beda skill individu dan beda pemikiran namun menghasilkan sinergi baru. Banyak komunitas Dota 2 terutama fans Alliance yang berharap tim kesayangannya ini akan tambah produktif bersama roster barunya.

Alliance dan Liquid Dota 2 adalah dua tim besar yang punya prestasi cemerlang serta fans yang tidak sedikit. Keduanya akan mengikuti DPC musim 2019-2020 dan bisa saja bertanding pada pekan ke sekian. Menurut Anda, kira-kira siapakah yang lebih unggul antara Alliance dan Liquid jika bertemu di DPC nanti?

Leave a Reply