estnn
eSports Dota 2

Tim Baru Dendi Menang Turnamen Pertama Kali

Tim baru Dendi berhasil memenangkan turnamen pertama setelah lebih dari dua tahun lamanya. Seperti diketahui, Danil “Dendi” Ishutin merupakan salah satu pemain veteran Dota 2 yang belum lama ini membentuk organisasi baru. Mantan mid laner Natus Vincere itu menamai skuatnya, Team MR.

Dilansir dari win.gg, belum lama terbentuk, Team MR langsung berhasil meraih prestasi dengan merebut hadiah utama di ajang Rivalry Winter Blast. Meski bukan turnamen resmi Valve, namun ini bisa menjadi pemanasan sebelum kualifikasi Major ketiga nanti. Selain itu, Dendi membuktikan bahwa timnya memiliki ‘sesuatu’ untuk ditunjukkan.

Dendi
Dendi

Team MR hanya finish di peringkat ketiga pada babak penyisihan grup. Posisi itu membuat mereka hanya mendapatkan tempat di lower bracket playoff dengan rekor 4-4. MR kemudian mulai melancarkan aksinya dengan mengalahkan tim CIS, Extremum, dan kemudian menghadapi OG Seed.

MR membuka seri melawan OG Seed menggunakan strategi unik. Mereka menempatkan pemain support Nikola “LeBronDota” Popović pada Viper.

Jika Sobat Gamer ingat, ini adalah strategi yang digunakan oleh Evil Geniuses dalam acara ONE Esports Invitational Singapore lalu. Saat itu pemain carry Arslan “xannii” Shadjanov menggunakan Pangolier.

Dendi
Dendi

Berkat strategi tersebut, tim baru Dendi pun memenangkan permainan secara meyakinkan atas OG Seed di game pertama. Memasuki game kedua, OG Seed berusaha tetap tenang dan menjadi lebih kuat.

Dendi memenangkan pertarungan mid lane melawan Rasmus Johan “Chessie” Bloddin dengan Broodmother-nya. Tetapi, OG Seed berhasil mengambil kendali di area lain untuk memaksakan seri berlanjut ke game ketiga.

Pada momen itulah Dendi kembali bersinar dan sangat menentukan kemenangan timnya. Dia memberikan damage besar dan secara konsisten menghindari OG Seed dengan Templar Assassin. Game ketiga pun menjadi milik MR dan mereka berhak melaju ke babak berikutnya.

Dari sana, MR mengalahkan Nemiga Gaming dan Team Empire Hope untuk mendapatkan tempat di grand final. Pada akhirnya, di partai puncak Dendi dan kolega berhadapan dengan Team Singularity.

Pertandingan grand final berlangsung seru, tetapi MR secara konsisten menemukan cara untuk mengakhiri semuanya. Team MR berhasil finish di tempat pertama dengan kemenangan meyakinkan 3-0. Mereka berhak membawa pulang bagian hadiah terbesar senilai $7.500.

Team MR yang digawangi Dendi dan kawan-kawan ini dihuni oleh roster berbakat. Namun, banyak yang memperkirakan mereka tetap akan kesulitan menghadapi tantangan-tantangan pada tahun ini. MR baru dibentuk pada bulan Desember dan memang cukup aktif akhir-akhir ini.

Sebagian besar anggotanya adalah para veteran terampil dari wilayah CIS. Selain Dendi ada pula xannii dan LeBronDota, ada pula Alexey “nongrata” Vasilyev dan Bilas “KingR” Abdullin. Sebelumnya nama-nama roster telah terlebih dahulu diumumkan sebelum pemilihan nama Team MR.

Dendi sendiri adalah seorang pemain lama yang mendapatkan banyak pengikut di seluruh dunia berkat larinya bersama Na’Vi. Dia berhasil meraih juara di The International 2011 dan tampil di dua grand final berturut-turut pada TI2 dan TI3. Tetapi dia kemudian berpisah dari timnya saat itu

Organisasi yang ditinggalkan Dendi pun mengalami penurunan secara konsisten dari 2014 hingga 2018. Dendi dinonaktifkan dari roster Natus Vincere dan resmi dilepas pada tahun 2019. Ketika berada di bangku cadangan Na’Vi, dia hanya bermain sebagai pengganti di sejumlah tim termasuk Skuadron Vega, Tiger dan Pango.

Kemenangan Team MR di Rivalry Winter Blast ini pun menjadi penampilan kompetitif pertama untuk Dendi sejak 2017. Di luar keraguan publik, tim baru Dendi memiliki roster yang solid dan bisa membuat kekacauan selama sisa musim ini. Mereka mungkin dapat membuat persaingan di wilayah CIS makin kompetitif.

Leave a Reply