eSports Dota 2

Tim Dota 2 Cina Larang Perangkat Komunikasi

Anda yang gemar bermain esports, pasti sudah tidak asing lagi dengan tim Dota 2 Cina yang terkenal pekerja keras dan disiplin. Tim Dota 2 Cina belakangan ini mewujudkan hal disiplin yang tidak main-main saat latihan. Demi mencapai tujuan sebagai Aegis Of Champion di rumah mereka sendiri, tim Cina melarang penggunaan perangkat komunikasi saat latihan.

Kedisiplinan yang diterapkan saat latihan, bahkan sampai menuntut mereka untuk membatasi penggunaan smartphone mereka. Mereka hanya punya durasi sebanyak 30 menit setiap harinya untuk menggunakan smartphone. Selain itu setiap pemain harus menghapus semua aplikasi media sosial di komputernya agar proses latihan bisa berjalan secara maksimal.

Tilt Report

Kedisiplinan yang diterapkan oleh tim Dota 2 Cina ini terungkap oleh BBking selaku sutradara film Cina yang membuat film documenter esports. BBking mengekspos foto yang berhubungan dengan kedisiplinan tim Dota 2 Cina saat di markas PSG.LGD via Weibo.

Informasi lain yang dikutip dari Weibo adalah durasi latihan selama enam hari dari senin sampai sabtu, sedangkan libur di hari minggu. Semua pemain bisa mengambil ponsel di hari minggu setelah selama enam hari hanya diberi durasi 30 menit penggunaan ponsel. Penggunaan ponsel tanpa izin akan dikenakan denda sebesar $435 USD atau sekitar Rp6000.000 untuk setiap pelanggaran.

Saat latihan, para pemain harus datang di tempat sebelum pukul 13.00 tanpa terkecuali. Aktifitas di luar latihan yang dilakukan oleh para pemain, tidak diperkenankan. Jika ada pemain yang melanggar, maka pemain tersebut akan dikenakan denda sebesar $145 USD atau sekitar Rp2000.000.

Liquipedia

Para pemain tidak diperkenankan merokok di ruang latihan dan evaluasi latihan harus didiskusikan setiap hari sabtu. Memang aturan kedisiplinan yang diterapkan oleh tim Dota 2 Cina terkesan cukup keras. Mereka percaya bahwa proses latihan yang mereka lalui tidak akan pernah membohongi hasil yang akan mereka dapat.

Menjelang ajang TI9 yang hanya tinggal beberapa minggu saja, membuat para peserta berlatih dengan sungguh-sungguh. Salah satu kesungguhan dalam latihannya ialah menerapkan kedisiplinan yang keras saat latihan dan memulainya lebih awal. Semua itu dilakukan agar mendapat skill yang matang dan memiliki banyak strategi jika ajang TI9 telah tiba.

Melihat kegigihan tim Dota 2 Cina saat latihan dengan penerapan disiplin yang begitu ketat, sepertinya itu adalah metode yang tepat. Asumsi itu berlandaskan patch Dota 2 yang kini sudah berubah menjadi patch 7.22e dimana banyak pembaruan pada karakternya. Hal tersebut tentu membuat para pemain butuh latihan secara berulang-ulang agar terbiasa dengan patch 7.2.2e.

VPGAME

Harusnya, seluruh peserta ajang TI9 berlatih lebih keras dengan penerapan disiplin yang lebih ketat dari tim Cina. Opini itu tentu untuk membuat ajang TI9 jadi lebih meriah dengan kemampuan baru para tim yang bertanding. Jika hanya tim Cina saja yang gigih berlatih dengan penerapan disiplin yang ketat, maka kemungkinan besar sudah bisa diprediksi siapa juaranya.

Penerapan kedisiplinan yang ketat serta latihan gigih yang dilakukan tim Dota 2 Cina ini patutlah kita contoh. Bukan hanya mencontohnya untuk bersaing dalam dunia esports saja, namun juga untuk pengembangan diri dalam hal lainnya. Proses tidak akan menghianati hasil dalam hal apa pun, termasuk proses dan hasil dalam hal kejuaraan esports.

Banyak pihak yang berasumsi bahwa tim Dota 2 Cina patut diacungi jempol karena kegigihan dan penerapan disiplinnya yang begitu ketat. Asumsi tersebut disampaikan oleh para player esports Dota 2 dan esports divisi lainnya. Lalu bagaimana menurut Anda yang juga berprofesi sebagai gamers?

Leave a Reply