Talkesports
eSports Dota 2

Tim Kedua OG Ikut DreamLeague Leipzig Major

OG memang tidak akan ikut berkompetisi di DreamLeague Leipzig Major, tetapi mereka akan punya perwakilan di sana. Kalimat tersebut mungkin agak membingungkan, tetapi itulah yang disampaikan OG lewat video pendek mereka di Twitter. Kemudian dilanjutkan dengan klarifikasi melalui situs web resmi tim.

Dilansir dari win.gg dan vpesports, Sepertinya sedang menjadi tren di kalangan profesional Dota 2 membuat video pengumuman yang menarik. Sehari sebelumnya, Nigma membuat video peluncuran organisasi baru mereka dengan tema black hole. Kali ini OG juga mengunggah video pendek dengan pesan yang sedikit membingungkan untuk penggemarnya.

win.gg

Usut punya usut, mereka ternyata berencana untuk membentuk tim kedua bernama OG Seed. Tim tersebut yang nantinya akan berkompetisi di DreamLeague Leipzig Major, alih-alih OG sendiri. Di sisi lain juara Major dua kali itu juga mengumumkan penunjukan pelatih baru mereka.

“Dengan bangga, hari ini kami umumkan tim OG Seed. Semoga ini dapat menjadi kontribusi yang efisien,” demikian pengumuman resmi dari OG.

“Gagasan kami sederhana: di luar skuat asli, kami ingin membuat tim dari pemain yang sangat kami percayai. Mereka belum pernah meraih prestasi yang mereka rasa dapat mereka capai. Sampai dengan major ketiga DPC musim ini, kami akan mengarahkan bakat-bakat tersebut dalam OG Seed.”

Dreamhack

Untuk membentuk OG Seed, organisasi telah mengumumkan akan bekerja sama dengan tim 4 euros 1 murica yang baru diumumkan. Lineup tersebut mencakup sejumlah pemain berpengalaman, namun belum dapat meraih kesuksesan yang konsisten secara internasional.

Salah satu vetaran yang tergabung di dalam tim ini adalah Omar “Madara” Dabachach. Sekitar beberapa minggu lalu dia memutuskan untuk mundur dari AdFinem setelah hasil buruk di Dota Summit 11 Minor. Dia bersama Zakari “ZFreek” Freedman kemudian bergabung dengan 4 euros 1 murica.

Bersama keduanya, juga ada Rasmus “Chessie” Blomdin, Andreas “Xibbe” Ragnemalm dan Petu “Peksu” Vaatainen. Namun sejauh ini tidak jelas apa rencana jangka panjang OG dalam bersama Seed. Tim ini hanya akan dibentuk sampai dengan mayor ketiga DPC musim ini.

Dreamhack

Terkesan aneh juga, karena OG seolah-olah berusaha untuk ‘merawat’ calon lawan mereka. Ini mengingatkan kembali pada hari-hari di mana organisasi seperti LGD Gaming dan Fnatic menurunkan beberapa skuat. Aturan konflik kepentingan yang diterapkan pada tahun 2017 pun akhirnya mencegah mereka melakukannya.

Jawaban yang paling mungkin adalah bahwa ini adalah cara OG dalam menawarkan nilai kepada sponsor. Sembari mereka membentuk jajaran skuat utama yang kali ini dipimpin oleh Johan “N0tail” Sundstein untuk bersaing di waktu luang mereka. Akan tetapi OG Seed juga belum tentu akan lolos ke DreamLeague Leipzig.

Seperti yang sudah dikatakan tadi, jajaran pemain yang memperkuat OG Seed adalah para roster yang solid. Chessie dan Zfreek pernah menjadi bagian dari Complexity Gaming selama bertahun-tahun. Sementara Madara sudah bergabung dengan tim-tim Eropa dalam berbagai kesempatan sepanjang tahun ini.

Pemain kurang pengalaman seperti Xibbe dan Peksu memang belum cukup terbukti, tetapi potensi mereka siap untuk keluar kapan saja. Satu hal yang pasti adalah mereka akan menghadapi persaingan yang sangat ketat di kualifikasi Eropa. Tim harus bekerja keras melalui kualifikasi terbuka.

Ya, OG Seed tidak mendapat undangan langsung untuk kualifikasi tertutup. Dengan begitu, mereka dipastikan akan berhadapan dengan tim Team Secret dan Nigma. Jika berhasil lolos pun, mereka masih harus bekerja keras melawan Alliance, Team Liquid dan tim-tim Eropa lainnya.

Satu-satunya pembeda adalah Outlanders Update, patch baru yang membawa perubahan besar pada gim. Itu bisa membuka pintu bagi banyak tim untuk tampil berbeda dan lolos ke Major kedua musim ini. Kualifikasi terbuka DreamLeague Leipzig Major dimulai pada 28 November.

Leave a Reply