Tinggalkan Secret, SunBhie Kini Menjadi Pelatih Tim Fnatic

eSports Dota 2

Pemain Dota 2 legendaris, Lee “SunBhie” Jeong-jae, resmi menjadi pelatih tim Fnatic yang baru. Keputusan itu diambilnya setelah menghabiskan dua musim bersama Team Secret untuk membantu Clement “Puppey” Ivanov. Kini SunBhie akan pulang ke Asia Tenggara dengan status free agent menyusul beberapa nama besar lainnya.

Fnatic tampaknya benar-benar ingin berusaha bangkit di Dota Pro Circuit musim 2019-2020. Perekrutan SunBhie bisa dibilang sebagai langkah awal untuk membangun kembali tim dan meraih tujuan itu. “Kami tidak pandai menyimpan rahasia. Mari sambut @sunbhiedota di tim, dia akan membantu memperkuat tim Dota kami lebih jauh!”

Sejak pensiun sebagai pemain pro, SunBhie memang hanya menjadi ‘tangan kanan’ Puppey di Secret. Namun itu tak menghalangi tujuannya ketika menjadi pelatih tim Fnatic di turnamen berikutnya. Sebab, sejak dia turun menjadi pelatih, penampilan yang diasuhnya terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Tem Secret awalnya hanya finish di posisi 9-12 pada TI 7, lalu posisi 6 di TI8 dan berhasil akhirnya masuk empat besar pada TI 9. Sebagai pemain Team Secret pun prestasi SunBhie cukup bisa dibanggakan. Dia pernah meraih tiga gelar Major dan satu Minor bersama Secret.

Sayangnya, setelah TI 9 dia dan Yeik “MidOne” Zheng memutuskan untuk mengambil langkah mundur. Keduanya tidak lagi aktif dan pulang ke wilayah asalnya, Asia Tenggara.

“Peran Sunbhie di balik layar telah memberikan pengaruh besar untuk apa yang dibutuhkan tim. Itu membuktikan keserbagunaan dan persahabatan kami. Secara langsung dia juga telah membantu dengan persiapan, penyusunan strategi dan menganalisis permainan.

“Dia adalah aset penting dalam membuat penyesuaian antara pertandingan dan turnamen yang melelahkan. SunBhie telah bersama kami sebagai penasihat sekaligus seorang teman. Serta telah mengalami semua tekanan luar biasa dalam musim DPC dan menjadi orang keenam kami sepanjang perjalanan ini.

“Kami berterima kasih kepadanya atas segala yang telah dilakukannya untuk kami, saat-saat indah yang dihabiskan bersama. Kami mendoakan yang terbaik dalam urusannya di masa depan,” tulis Team Secret pada awal November ketika secara resmi mengumumkan hengkangnya SunBhie.

Sebenarnya di MDL Chengdu Major lalu SunBhie sudah terlihat hadir bersama Fnatic. Dia terlihat berbicara dengan kapten tim, Anucha “Jabz” Jirawong tentang draft permainan. Pada saat itu, statusnya adalah free agent dan Fnatic juga tidak memiliki pelatih, jadi tidak ada masalah dengan keberadaannya di sana.

Pelatih terakhir Fnatic adalah Park “March” Tae-won. Dia hanya bersama tim selama waktu persiapan dan berkompetisi di The International 2019. Setelah kompetisi selesai dan tim hanya finish di tempat ke-13, March kembali berstatus free agent dan bermain untuk TNC Predator.

Fnatic memang kesulitan bersaing dengan TNC di wilayah Asia Tenggara. Apalagi setelah TNC mengukuhkan diri sebagai juara Major pertama di DPC musim ini. Namun demikian, di awal musim ini Fnatic sudah menunjukkan sebagai salah satu tim top Asia Tenggara.

Perekrutan SunBhie pun dinilai menjadi langkah tambahan yang akan membantu menyempurnakan rancangan tim. SunBhie akan membawa banyak pengalaman bagi tim, setelah melatih Secret dan mampu mendominasi musim reguler.

Tetapi baik dia maupun Fnatic sendiri masih belum mampu menunjukkan kecemerlangannya lagi. Hal itu bisa menjadi dorongan bagi kedua belah pihak untuk mengubahnya pada tahun 2020.

Fnatic hanya finish di posisi 9-12 pada MDL Chengdu Major bulan November lalu. Di satu sisi, Fnatic dan rivalnya, TNC, telah memastikan diri lolos ke Major berikutnya pada 18-26 Januari 2020. Leipzig Major akan menjadi ujian sesungguhnya bagi pelatih tim Fnatic yang baru, SunBhie.

Leave a Reply