Youtube
eSports Dota 2

TNC dan J.Storm Menuju 6 Besar MDL Chengdu

TNC Predator dan Alliance membuka playoff di MDL Chengdu Major dengan best-of-three untuk mengamankan posisi enam teratas. Adapun kedua tim lolos ke Major pertama setelah masing-masing berhasil menjuarai turnamen. Alliance di DreamLeague Rotterdam dan TNC di ESL One Hamburg 2019.

Dilansir dari vpesports, menunjukkan awal musim yang impresif membuat mereka ditempatkan sebagai unggulan untuk meraih kemenangan di Major kali ini. Alasan itu pula yang membuat pertemuan perempat final antara keduanya sangat menarik untuk ditonton. Adu strategi dan mental dari para pemain benar-benar sangat terlihat dalam tiga game.

Di game pertama, Alliance membuat kejutan dengan menggunakan Chen untuk Neta “33” Shapira. Mereka mencoba membangun strategi baru untuk mendominasi pertandingan. Alliance berusaha mendorong lebih cepat dari dukungan Leshrac dan mid lane Death Prophet.

Youtube

Rencana Alliance terbukti berjalan dengan sempurna dan membuat TNC Predator berada dalam masalah serius di akhir pertandingan. Kerusakan parah Outworld Devourer hampir membuatnya dihapuskan oleh Chen. Berikutnya Neta menggunakan pasukan Chen, yang memungkinkan Alliance semakin dominan.

Kemudian di game kedua, TNC menangguhkan Chen. Alliance pun kemudian memilih Death Prophet dan Night Stalker di posisi carry. Setelah menjalani melawan strategi Alliance, TNC pun memaksa seri menuju ke game ketiga yang menentukan.

Youtube

Alliance sebenarnya terlihat lebih nyaman dan tanpa beban. Sementara TNC berusaha menerapkan strategi yang agak tidak biasa. Mereka tidak menampilkan stun spells di antara lima hero, tetapi justru mampu memberikan dorongan besar.

Park “March” Tae-won, kapten TNC, memilih untuk mengisi posisi lima dengan Magnus, yang dipasangkan dengan carry PA. Sementara tahap laning diamankan oleh posisi empat Nature’s Prophet, Venomancer offlane dan mid Kunkka.

Youtube

Hero dari Alliance pun tertekan di ketiga lajur. Meskipun Nikolay “Nikobaby” Nikolov menggunakan Faceless Void yang menjadi ciri khasnya, hanya sedikit yang bisa dia lakukan. Tekanan konstan yang diberikan terhadap timnya tidak mampu ditahan dan membuat TNC keluar sebagai pemenang game ketiga.

Kemenangan TNC ini memastikan mereka finis di posisi enam teratas pada MDL Chengdu major. Sedangkan Alliance masih harus melanjutkan perjalanan mereka melalui playoff braket bawah.

Sementara itu di pertandingan lain, J.Storm masih terus membuat kejutan di MDL Chengdu. Mereka berhasil menghentikan laju kencang dari Team Liquid di perempat final braket atas. Kini mereka menjadi tim Amerika Utara pertama yang mengamankan posisi enam teratas di Major pertama DPC 2019-2020.

Tidak seperti TNC, J.Storm sebenarnya justru tidak terlihat terlalu menjanjikan di awal musim. Mereka tidak berhasil di ESL One Hamburg dan juga tidak terlalu mengesankan di DreamLeague Rotterdam. Namun, jeda beberapa minggu sebelum Major di Chengdu tampaknya telah dimanfaatkan oleh J.Storm untuk berbenah.

Setelah mengamankan tempat sebagai unggulan kedua di Grup D untuk pertandingan playoff, mereka bertemu dengan Team Liquid. Pada game pertama, kedua tim sama-sama menggunakan strategi seperti di babak penyisihan grup.

Team Liquid membawa kembali Samuel “Boxi” Svahn’s Puck dan Max “qojqva” Bröcker Razor, yang menyulitkan Evil Geniuses. Di sisi lain, J.Storm mengandalkan Viper untuk membawa pulang kemenangan. Hasilnya, Team Liquid mampu mengamankan kemenangan di game pertama.

Dalam game dua mereka mengubah strategi dengan trio Tribersaw di safe lane, Templar Assassin dan Axe. Trio tersebut terbukti berinisiasi lebih baik dan menghasilkan kemenangan. Pada akhirnya, game ketiga juga sukses direbut oleh tim Amerika Utara.

Hasil ini mengantarkan J.Storm menyusul TNC Predator ke enam teratas di MDL Chengdu Major. Di babak berikutnya, pertandingan tim-tim teratas diprediksi bakal berjalan lebih ketat.

Leave a Reply