Valve Mulai Mencari Kota untuk Dota 2 The International 2021

eSports Dota 2

Turnamen Dota 2 The International 2020 baru akan dimulai beberapa bulan lagi, namun Valve sudah mulai mempersiapkan TI 2021. Agak terlalu dini, namun ini adalah waktu yang tepat bagi kota-kota calon tuan rumah untuk mempersiapkan diri. Ya, Valve membuka undangan terbuka bagi kota yang ingin menjadi tuan rumah TI tahun depan.

Baru-baru ini, Valve mengirimkan email kepada beberapa orang terpilih untuk memberitahu mereka tentang hal ini. Valve secara terbuka akan menerima proposal dari kota yang bersedia dan siap menjadi penyelenggara turnamen terbesar Dota 2.

Ketika banyak turnamen esports ditunda dan dibatalkan karena krisis coronavirus, adegan Dota 2 masih terus berlanjut. Valve sama sekali tidak menghentikan rangkaian acara utama mereka termasuk kualifikasi Major di Tiongkok. Bahkan mereka tengah berambisi menjadikan acara utama Dota 2 lebih besar dari sebelumnya.

Ini adalah langkah yang berani dan semuanya diawali dengan menemukan kota yang tepat untuk menjadi tuan rumah. Seperti diketahui, pada 2020 ini Dota 2 The International akan digelar di Swedia, tepatnya di kota Stockholm. Ini merupakan comeback TI ke Eropa setelah terakhir kali digelar di Cologne, Jerman, tahun 2011.

Sistem Dota Circuit Pro sendiri telah membuktikan bahwa Dota 2 ingin memperluas ajang kompetitif mereka. Ditambah lagi, setelah TI 2020 selesai, Valve berencana menggunakan format Regional League alih-alih kualifikasi untuk acara Major DPC. Itulah awal dari perjalanan menuju TI 2021 yang tengah direncanakan ini.

Itu juga alasan mengapa TI 2021 kemungkinan akan menjadi TI terbesar sepanjang sejarah Dota 2. Ajang TI ini diibaratkan Valve seperti NFL Super Bowl, sebuah ajang olahraga besar yang selalu menarik masa dalam jumlah besar. Puncak dari turnamen ini adalah ketika disaksikan hampir 2 juta orang dan tiket acara terjual habis.

Jadi untuk bisa menjadi kota tuan rumah TI, ada beberapa persyaratan khusus yang harus dipenuhi. Terutama untuk mengantisipasi lonjakan besar peminat di turnamen TI 2021.

Syarat pertama bagi para kota pelamar sebagai tuan rumah TI adalah harus memiliki venue memadai. Kriterianya adalah arena atau stadion indoor modern dengan kapasitas 15.000 hingga 80.000 penonton langsung. Arena itu harus siap digunakan selama 10 hari pada bulan Agustus 2021 mendatang.

Sebagai tambahan, arena yang digunakan juga harus memiliki berbagai area khusus lainnya. Misalnya seperti area khusus untuk para vendor, zona penggemar dan tempat untuk after party.

Tidak sampai di situ saja, karena ada banyak persyaratan ‘berat’ sehingga hanya kota-kota terbaik saja yang akan dipilih. Termasuk harus memiliki hotel yang mampu menampung kunjungan hingga 30.000 orang.

Apabila venue tersebut dekat dengan bandara internasional dan sistem transportasi memadai, maka itu menjadi nilai plus bagi Valve. Bahkan Valve tidak jarang meminta penutupan ruas jalan demi kelancaran acara. Jadi, intinya penyelenggara harus siap dengan berbagai kemungkinan.

Kebutuhan individu para pemain dan penggemar pun juga termasuk dalam tanggung jawab kota penyelenggara. Mereka harus menjamin keamanan semua orang yang terlibat serta memberi kemudahan akses, misalnya terkait visa dan lainnya.

Ini akan sulit karena tidak semua kota memiliki segala macam fasilitas itu dalam satu wilayah dan waktu yang bersamaan. Biasanya Valve memang menunjuk sendiri kota yang mereka anggap layak sebagai tuan rumah. Undangan terbuka ini pun pertama kalinya dilemparkan oleh Valve.

Pada akhirnya, proses penentuan tuan rumah TI mirip dengan penawaran kota untuk tuan rumah Olimpiade. Kota terkait pasti akan menghabiskan jutaan dolar untuk menyelenggarakan acara. Meski demikian, kota penyelenggara biasanya juga sangat diuntungkan dengan datangnya banyak wisatawan.

Pengajuan proposal tuan rumah Dota 2 The International maksimal dikirim tanggal 31 Maret. Seleksinya dilakukan pada 15 Juni dan pemenangnya diumumkan pada 20-25 Agustus saat TI 2020 berlangsung.

Leave a Reply