Virtus.pro Tanpa Kemenangan di Babak Grup Leipzig Major

eSports Dota 2

Virtus.pro mengawali DreamLeague Season 13 Leipzig Major sebagai salah satu tim unggulan. Tim asal Rusia tergabung di Grup C bersama Alliance, Invictus Gaming dan Reality Rift. Sialnya, penampilan mereka tak sesuai harapan dan harus mengakhiri babak grup di Major kedua ini di posisi terakhir.

Dilansir dari dotesports, kapten tim Virtus.pro Alexey “Solo” Berezin mengalami kesulitan mengangkat timnya ke tempat yang seharusnya. Dengan roster baru, ternyata kelompok ini masih sulit untuk menyamai prestasi mereka musim lalu. Hasil buruk pun terjadi pada hari kedua, di mana tim harus menyelesaikan babak grup tanpa satu kemenangan pun.

youtube

Tim andalan dari wilayah CIS itu menjadi satu dari dua tim yang belum mampu meraih satu pun kemenangan di Leipzig Major. Mereka bergabung dengan Chaos Esports Club yang juga harus menyudahi penyisihan grup dengan hasil nihil. Ini bukanlah hasil yang diharapkan, mengingat turnamen ini sangat penting untuk bisa lolos ke TI10.

“GG untuk Reality Rift yang memenangkan seri melawan Virtus.pro!” tulis akun DreamHack Dota 2 di Twitter.

Tweet tersebut sekaligus memastikan bahwa Solo dan kolega harus memulai playoff dari lower bracket. Hasil buruk ini mengikuti pertandingan buruk sebelumnya saat menghadapi Alliance. Kekalahan melawan tim Eropa itu memaksa VP bertanding di babak penentuan melawan Reality Rift.

youtube

Tim Asia Tenggara, entah datang dari mana, mampu mengklaim kemenangan dari Virtus.pro. Padahal, sebenarnya VP lebih diunggulkan ketika Reality Rift juga kalah saat melawan Invictus Gaming pada pertandingan pembuka. Tetapi, kenyataan berkata lain dan tim Asia Tenggara justru mampu memberikan kejutan di turnamen ini.

Solo dan rekan-rekannya berjuang keras sejak game pertama di seri melawan Reality Rift. Drow Ranger dari Egor “epileptick1d” Grigorenko dan Puck dari Vladimir “No[o]ne” Minenko menampilkan permainan berkualitas. Di atas kertas, VP jelas terlihat diuntungkan, tetapi Reality mampu mengubah jalannya pertandingan.

youtube

Vincent “AlaCrity” Teck Yoong tiba-tiba mendatangi Meepo yang sudah melakukan farming dan siap pergi. Itu selalu menjadi hal yang berbahaya yang datang di lane. Kombinasi hero dan permainan tingkat atas dari Ravdan “Hustla” Narmandakh membuat VP kehilangan keunggulan di game pertama.

Kedudukan 1-0 untuk tim Asia Tenggara, dan sekarang saatnya bangkit atau jatuh ke lower bracket bagi Virtus.pro. Namun, game dua malah jauh lebih tidak menguntungkan bagi para veteran CIS. Ini karena draf aneh yang mereka susun dengan tidak adanya hero terdepan yang jelas.

youtube

Pada akhirnya Templar Assassin dari AlaCrity mampu menumpas dengan cepat hero VP. Berkombinasi dengan Leshrac dari milik “Drew” Halim dan Hustla yang menggunakan Rubick, VP sangat kesulitan.

VP mencoba untuk melakukan sesuatu pada Death Prophet milik No[o]ne. Namun, tidak ada cukup senjata untuk menjatuhkan tim Reality yang sangat mengejutkan. Mereka bisa terus menipiskan jarak keunggulan lawan, tetapi tidak pernah benar-benar bisa menjaganya atau berbalik unggul.

Reality melanjutkan permainan impresif mereka dan menutup seri di putaran terakhir dengan dominasi. Tim non-unggulan ini mengirim VP ke lower bracket dan mengamankan satu kesempatan terakhir yang lebih menguntungkan di Major.

Kapten sekaligus pemain veteran Asia Tenggara, Wong “NutZ” Jeng Yih kini siap untuk memimpin timnya ke babak playoff. Cukup menarik untuk menyaksikan apa yang mampu dilakukan oleh tim yang belum begitu familier ini.

Saat ini tim-tim peserta mendapatkan waktu istirahat selama dua hari. DreamLeague Season 13 Leipzig Major akan kembali dimulai pada 22 Januari mendatang. Di mana akan berlangsung pertandingan lower bracket dan upper bracket ronde pertama.

Leave a Reply