Dragon Knight
Tips and Trik

Panduan Bermain Dota 2 Sebagai Mid Laner untuk Pemula

Bagi pemula, panduan bermain Dota 2 sangat penting terutama jika ingin mendalami posisi tertentu. Dalam kasus ini, misalnya Sobat Gamer tertarik menjadi mid laner atau solo mid. Ini adalah salah satu dari tiga posisi inti di Dota 2 yang perannya sangat penting bagi tim.

Dilansir dari hotspawn, sesuai dengan namanya, pemain yang memainkan peran ini hampir selalu berada di jalur tengah. Jadi, kemungkinan menghadapi pertarungan satu lawan satu dengan lawan tanpa dibantu rekan satu tim sangat besar. Itu berarti posisi mid laner membutuhkan keterampilan individu yang baik dan kecakapan mekanik.

Dasar Panduan Bermain Dota 2 untuk Posisi Mid

Valve

Sebagai salah satu peran inti dalam tim, mid laner diharapkan bisa memberi pengaruh secara signifikan. Bukan hanya dalam hal memahami hero serta item Dota 2 dan fungsinya. Akan tetapi solo mid harus lebih dari itu, karena sepanjang pertandingan, dialah penyumbang poin terbanyak.

Hero posisi mid dapat menghancurkan menara pertama di lane dengan terus-menerus mendorong creep ke sisi lain. Bisa juga dengan memutar ke jalur samping untuk mengamankan kill awal untuk tim mereka.

Tentu saja, itu bukan satu-satunya cara memainkan peran mid. Sebab ada pula hero mid yang lebih puas hanya bertahan di lane untuk mengumpulkan gold dan XP. Selengkapnya akan kita bahas nanti dalam panduan bermain Dota 2 ini.

Sobat Gamer juga harus menyadari bahwa mid lane adalah jalur terpendek di peta Dota 2. Dia akan cepat bertemu dengan sungai yang membatasi peta menjadi dua wilayah. Jalur tengah ini juga yang terpendek dalam jarak total antara masing-masing menara.

Memahami Tipikal Posisi Mid

hero-dota-2-dragon-knight-featured
Valve

Seperti disebutkan tadi, bahwa setiap pemain pasti punya cara tersendiri untuk memainkan peran mid. Secara garis besar, setidaknya ada dua cara bermain sebagai seorang mid, yaitu tempo controller dan carry.

Tempo Controller

Hero yang mengontrol tempo adalah dia yang langsung menunjukkan kekuatan mereka di awal atau pertengahan. Biasanya tempo controller lebih suka memutar ke jalur samping kemudian melakukan kill terhadap lawan. Umumnya kecepatan permainan mid jenis ini tergantung pada strategi permainan tim secara keseluruhan.

Tempo controller memaksa lawan untuk hanya memberikan reaksi. Jadi tidak heran jika mid jenis ini biasanya akan mengorbankan cooldown spell, mana dan terkadang nyawa mereka sendiri. Adapun hero yang cocok untuk memainkan peran tempo controller antara lain Void Spirit, Puck dan Queen of Pain.

Namun, tempo controller biasanya tidak dapat diharapkan membawa tim sampai akhir permainan.

Carry

Sesuai dengan namanya, carry adalah tipikal mid laner yang benar-benar membawa timnya. Carry cenderung menjauh dari pertarungan di awal permainan. Selain itu carry juga biasanya memiliki kemampuan area of effect damage. Ini akan membantu mereka membersihkan creep dan jungel camp dengan cepat.

Semakin banyak XP yang mereka dapatkan, semakin cepat pula mereka melakukan farming. Hero Dota 2 yang masuk dalam kategori ini adalah Storm Spirit, Magnus dan Shadow Fiend. Untuk mendukung farming, hero tersebut akan memanfaatkan spell dengan biaya rendah untuk mendorong creep.

Jangan salah, carry adalah pemain yang punya timig luar biasa. Misalnya Shadow Fiend, dia dapat mengambil alih permainan di waktu yang tepat.

Pilihan Hero Mid Laner untuk Pemula

Selain belajar cara memilih item Dota 2 yang benar, menjadi mid laner juga perlu memikirkan baik-baik hero yang dipilih. Beberapa hero yang disebutkan di atas adalah yang terbaik, namun tidak selamanya cocok untuk pemain pemula. Jadi, cobalah tiga rekomendasi hero berikut ini untuk memulai peran sebagai mid laner.

1. Zeus

Zeus mungkin adalah hero mid termudah sepanjang masa. Arc Lightning-nya membuatnya sangat mudah untuk mencetak last hits di lane dari kejauhan tanpa harus mempertaruhkan nyawanya sendiri ke creep wave.

2. Queen of Pain

Opsi lainnya adalah Queen of Pain sang dominator di lane. Strike Shadow Strike miliknya memberikan magic damage berat dari waktu ke waktu ke satu target.

3. Dragon Knight

dragon-knight
Valve

Rekomendasi terakhir adalah Dragon Knight. Dia adalah support utama di peran mid lane berkat kemampuan pasifnya, Dragon Blood. Berkat kemampuan tersebut, dia bisa beraksi dengan nyaman di lane dan mengambil setiap creep dengan base damage besar.

Panduan bermain Dota 2 sebagai mid laner ini hanyalah dasarnya saja. Selebihnya Sobat Gamer harus belajar dari pengalaman dengan memperbanyak bermain. Cara main Dota 2 setiap orang berbeda-beda, jadi temukanlah gaya Anda sendiri sebagai mid laner.

Leave a Reply