cdn dota2 com
Tips and Trik

Perubahan Sistem MMR, Boosting dan Smurfing Dota 2

Valve sepertinya tiada puas untuk melakukan pembaruan pada game kembangannya yakni Dota 2 demi kenyamanan para pemain. Belum lama pengembang Dota 2 ini melakukan pembaruan di berbagai fitur game, sekarang muncul lagi pembaruan yang dilakukan. Pembaruan yang sekarang dilakukannya adalah perubahan sistem MMR, Boosting, dan Smurfing pada game Dota 2. Perubahan tersebut tentu membuat banyak pertanyaan mengenai perinciannya, dan informasi selengkapnya seperti berikut ini.

Musim kompetisi baru Dota 2 sudah dimulai dan MMR akan direfresh bagi seluruh pemain baik low player maupun high player. Keuntungan refresh MMR ini tentu dirasakan oleh player yang ingin membalap MMR pemain lain yang sudah lebih dahulu meninggi. Karena start dari awal, otomatis semua player merasakan MMR dari nol sekali pun ada yang tadinya memiliki MMR tinggi. Namun, sekarang penentuan MMR Dota 2 akan didasari oleh persentase kalah atau menangnya seorang player.

dotesports
dotesports

Yang lebih baru lagi, untuk open MMR butuh waktu 100 jam bagi player Dota 2 untuk meminimalisir kecurangan. Pasalnya, para pengguna Booster kerap kali membuat player lain iri karena bisa mencapai MMR tinggi dalam waktu yang singkat. Dengan adanya persyaratan 100 jam untuk open MMR, maka penggunaan Booster pun akan terasa sia-sia saja. Hal ini juga akan menimbulkan keadilan yang lebih adil dari sebelumnya bagi para player Dota 2.

Pembaruan MMR di musim ini akan mempengaruhi keseimbangan role agar permainan tidak terasa membosankan. Pasalnya, kerap kali player Dota 2 bertemu dengan teman yang nub dan membuat pertandingan jadi tidak seimbang. Itu terjadi karena sebelumnya, pencarian match didasari oleh keseimbangan MMR antar player. Jadi walaupun MMR antar player bisa dikatakan setara, namun role mereka masih sering berbeda.

Perbedaan role ini sangat mempengaruhi keseimbangan pertandingan yang berdampak pada kepuasan player menikmati permainan. Bayangkan saja, jika semua player yang terbentuk dalam tim adalah player yang hebat sebagai offlaner, lalu siapa yang mengisi midlaner? Jika dipaksakan untuk mengisi midlaner dan ternyata tidak bisa, sudah pasti keseimbangan permainan akan mengecewakan. Begitu pun jika dalam satu tim semua anggotanya adalah MMR tinggi sebagai offlaner, siapa yang akan mengisi midlaner?

twitter
twitter

Kemudian ada juga penyeimbangan permainan melalui Draft Role Report yang memungkinkan report kepada player egois. Player egois yang dimaksud disini adalah mereka yang sering pick hero secara sembarangan atau tak sesuai antrian. Memang sangat menyebalkan berebut hero dengan teman satu tim saat draft pick sedang berlangsung. Untuk itu, pihak pengembang Dota 2 akan memberikan sanksi berat bagi player yang egois memilih hero tanpa urutan pick yang benar.

Serasa masih belum cukup dengan aturan baru tersebut, pihak pengembang Dota 2 pun menambah aturan pada Ban. Aturan Ban yang terbaru akan berlaku bagi player yang berkelakuan buruk atau player dengan skor kredit rendah. Selain itu, kebijakan baru Ban ini juga berlaku untuk player yang melakukan pelanggaran Steam Service Agreement.

Selain pembaruan MMR, Valve juga memberlakukan berbagai macam sanksi bagi player yang menyebalkan. Yang dimaksud player menyebalkan disini adalah mereka yang tidak ber-etika saat bermain, AFK, atau merugikan tim dan tidak sportif. Intinya, player Dota 2 yang bermain tanpa etika dan aturan yang sudah berlaku, akan terkena berbagai macam sanksi yang setimpal. Bagaimana menurut Anda mengenai pembaruan sistem MMR, Boosting dan Smurfing ini?

Leave a Reply